Tampilkan postingan dengan label Flora n Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flora n Fauna. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 September 2008

Lama menunggu ya…???


Hampir saja aku melakukan kesalahan ‘fatal’!!

Hampir pohon anggurku kutebang!


Hatiku agak kesal dengan salah satu pohon anggurku yang sudah 3 tahun belum berbuah juga, padahal pohon anggurku yang satu sudah berbuah bahkan itu waktu umurnya baru kira-kira 1 tahun.


Perlakuanku terhadap keduanya tidak ada bedanya (bahkan sama persis), kupupuk, kusiram dan kupotong ranting-rantingnya pada saat bersamaan karena kutempatkan pada lokasi yang sama dan kurambatkan pada tempat yang sama. Setiap kali memotong ranting-ranting mereka aku selalu berdoa agar pohon anggur yang satu ini dapat segera berbuah.


Kucoba untuk bersabar menantikan saat-saat dimana pohon anggur itu berbuah dan buahnya lebih manis dari buah pohon anggur yang satunya karena keduanya dari jenis yang berbeda. Pohon anggur yang sudah berbuah adalah pohon anggur lokal, sedangkan yang satunya sepertinya anggur hijau (impor).


Sudah sekitar 2 minggu ini keduanya telah selesai kupotong ranting-rantingnya dan kubersihkan semua daunnya. Setiap hari kulihat perkembangan mereka, sambil berharap siapa tahu ……. pohon anggur yang belum pernah berbuah itu akan mulai berbunga dan berbuah, tunas-tunas baru mulai bermunculan.


Dan benar juga, bakal-bakal bunga mulai bermunculan, bahkan jumlahnya sangat banyak melebihi jumlah bunga yang biasa muncul pada pohon anggur jenis lokal. Hatiku tentu saja senang bukan main, ternyata penantian dan kesabaranku membuahkan hasil juga dan aku boleh berharap lagi buahnya banyak dan muanis!!



Pelajaran yang dapat kupetik.

Dalam hidup ini sering kita kurang sabar dalam menyikapi suatu permasalahan dan membuat keputusan yang salah dan bahkan sangat fatal. Misalnya dalam relasi dengan orang lain, dalam pekerjaan dan segala sesuatu yang sedang kita kerjakan sering terlihat/terasa kurang sejalan dengan apa yang kita harapkan.


Padahal kita sudah mengeluarkan segala daya upaya agar apa yang kita lakukan berhasil sesuai dengan harapan, baik itu tenaga, pikiran, waktu bahkan harta benda telah kita korbankan. Tetapi kita selalu diliputi rasa kuatir, dan buru-buru menyimpulkan bahwa apa yang kita lakukan adalah sia-sia saja, takut kegagalan akan terulang lagi, sehingga memutuskan untuk mengakhiri apa yang sedang kita kerjakan. Kita tidak mau bersabar, kita putus harapan, kita tidak mau menunggu hasil yang luar biasa yang mungkin saja akan segera kita raih.


Sesuatu yang kita kerjakan mungkin pada awalnya terasa tidak nyaman, tidak enak, tidak sesuai harapan, tetapi percayalah jika bersandar pada Tuhan, kita boleh berharap hasilnya akan memuaskan kita!!


Ternyata menunggu itu ………lama ya….dan …….tak enak…?!

Tapi …. hasilnya dari menunggu di dalam Tuhan pasti menyenangkan!!

Amin.

Rabu, 09 Juli 2008

Benalu


Benalu identik dengan hal-hal negatif karena berarti tanaman yang hidup menumpang pada tanaman lain dan yang paling parah tanaman inang dapat mangalami kematian. Suatu karakter yang tentunya kita benci bukan? Dapat dipastikan jika pohon mangga kita ditumbuhi benalu, kita akan segera memotong dan membuang benalu tersebut.

Dibalik habitatnya yang hidup merugikan tanaman lain ini, ternyata tanaman benalu dipercaya dapat digunakan untuk pengobatan, misalnya dipercaya untuk mengobati tumor dan kanker, amandel, campak dan lain sebagainya.

Tak peduli kita berkarakter seperti apa, apakah pemarah atau peramah, baik atau buruk, Tuhan pasti memberikan suatu karunia yang kita miliki untuk menjadi berkat bagi sesama. Apakah karunia itu?

Mari temukan karunia Tuhan yang tersembunyi dalam diri kita, yang dapat menjadi berkat bagi sesama.


Berkacalah kepada Kupu-kupu

Jika kita mencari suatu perubahan bentuk kehidupan / karakter yang begitu extreme di dunia ini, mungkin kita akan sepakat menyebut perubahan yang dimiliki oleh seekor ulat.

Seekor kupu-kupu betina akan bertelur di antara daun-daun, beberapa hari kemudian telur itu menetas dan muncullah bayi-bayi ulat. Mereka melakukan aktivitas mencari makan dari pucuk daun-daun muda serta bunga dan menghindari pemangsa seperti burung agar tetap bertahan hidup.

Apabila mampu bertahan ada saatnya seekor ulat mencari tempat berlindung yang aman kemudian ia berdiam diri, tubuhnya menjadi kaku, keras dan bentuknya pun berubah, fase ini biasa dinamakan kepompong. Di dalamnya terjadi suatu proses sedemikian rupa yang saya yakin merupakan suatu proses yang luar biasa.

Beberapa hari kemudian kepompong itu akan robek karena desakan sesuatu yang keluar dari dalam, dengan susah payah mengerahkan segala kekuatannya akhirnya keluarlah seekor mahkluk. Secara perlahan terbentanglah sepasang sayap nan indah dari mahkluk itu, dialah seekor kupu-kupu. Setelah cairan di sekeliling tubuhnya kering kupu-kupu itupun terbang, ia akan memberi warna yang indah dalam kehidupan kita.


Kita selalu mengagumi keindahan warna-warna sayap mereka bukan? Suatu perubahan karakter yang mengagumkan, saat menjadi seekor ulat, kerjanya hanya makan daun dan hal itu dapat menjadi musuh petani karena merusak tanaman mereka. Ulat sering (dan memang) dianggap sebagai hama oleh petani, tetapi setelah mengalami proses “berdiam diri” muncullah suatu karekter yang membuat kita kagum bukan?


Demikian seharusnya kita dapat berkaca dari proses kehidupan seekor kupu-kupu, ada kalanya kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada kalanya kita menghadapi masalah, ada kalanya kita suka, ada kalanya kita bersedih, sering kali kita menampakkan dan melakukan kejahatan, kekacauan dalam hidup kita sehingga merugikan orang lain.


Oleh karena itu ambil waktu untuk berdiam diri, untuk merenung, untuk berpikir, untuk menyadari segala perbuatan jahat kita, sehingga pada akhirnya kita temukan karakter baru, karakter yang membawa kedamaian, membawa kesejahteraan, membawa kebaikan, membawa sukacita dan membawa berkat bagi sesama kita.

Prenjak

Prenjak adalah seekor burung kecil, mungkin dari suaranya/kicaunya ia dijuluki. Secara fisik tubuhnya memang sangat kecil, biasanya warna kepalanya agak kemerahan atau orange, warna bulu tubuhnya kecoklatan, kehijauan, kekuningan yang bercampur. Makanannya serangga kecil dan ulat-ulat yang biasa hidup di daun-daun.

Menurut kepercayaan orang Jawa, kalau di pohon halaman rumah dihinggapi burung-burung prenjak dan berkicau dengan sangat ramai, tak henti-henti berarti akan ada tamu. Benar atau tidak, bukan hal ini yang membuat saya tertarik dengan burung prenjak.

Sesuatu yang membuat saya tertarik dan tercengang hampir tidak percaya adalah ketika saya pergi ke pasar burung untuk membeli pakan burung jalak saya. Seorang pedagang menawarkan seekor burung prenjak dengan harga ratusan ribu rupiah!! Harga yang tidak pantas diberikan kepada seekor burung prenjak, burung yang kecil, setiap hari saya dapat melihat dan mendengar kicaunya, demikian pikir saya.

Tetapi saat saya amati ternyata burung prenjak itu berbeda, ia begitu jinak, bersuara nyaring, keras dan suaranyapun sangat merdu, tidak kalah bagus dengan burung-burung kicau lain yang selama ini kita kenal

Hal ini tidak pernah saya sadari, dari kecil tentu saya sudah tahu apa itu burung prenjak, tetapi saya tidak pernah menyangka bahwa saat ini burung yang kecil dan biasa-biasa saja ini ternyata dapat bersaing dengan burung-burung kicau lain dan banyak digemari pehobi burung berkicau.

Satu pelajaran berharga bagi kita semua, sering kali kita menganggap dan menilai kemampuan seseorang hanya biasa-biasa saja bahkan cenderung meremehkan hanya karena penampilan, kebiasaan atau hal-hal lain yang di luar, kita selalu tidak memperhatikan potensi yang dimilikinya. Hingga akhirnya kita tersadar, tercengang, tertegun oleh kemampuan yang dimiliki seseorang yang kita remehkan tadi.

I Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Lebah Prajurit

Dalam suatu kerajaan lebah sama halnya seperti dalam kerajaan manusia, ada pemimpin yaitu raut lebah, ada pekerja, ada juga prajurit.
Seperti namanya lebah prajurit bertugas menjaga koloninya dari bahaya, mereka melindungi ratu lebah.
Lebah prajurit memiliki sebuah senjata beracun (sengat) yang terletak di bagian belakang ekornya. Uniknya adalah senjata ini apabila mereka gunakan untuk menyengat pangganggu seperti hewan lain atau manusia, maka sengat ini akan terlepas dan menempel di tubuh hewan atau orang yang disengat, dan dengan terlepasnya sengat ini akan berakibat matinya si lebah.


Suatu pengorbanan luar biasa yang menunjukkan besarnya tanggung jawab dan kesetiaan si lebah untuk koloni yang dicintainya. Ia rela mati demi kelangsungan hidup koloninya, demi keselamatan si ratu lebah.

Apakah kita juga dapat melakukan hal yang sama, berani berkorban untuk orang yang kita cintai, berani bertanggung jawab atas apa yang pernah kita katakan, apakah kita berani berkorban dan tetap setia kepada Tuhan?


Amsal 19:22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. Amsal 20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Jumat, 04 Juli 2008

Ingatlah Buah Melon.


Tahukan anda buah melon?
Mungkin anda salah satu penggemarnya.

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang tumbuhnya merambat, oleh karena itu petani melon akan mempersiapkan tempat merambatnya menggunakan tiang-tiang bambu yang dibuat sedemikian rupa agar tanaman melon tumbuh dengan baik dan mudah perawatannya.

Tanaman ini membutuhkan suatu penopang yang dapat menahan beban diriya apalagi jika telah berbuah, tanpa penopang ia akan roboh, tertunduk karena bukan jenis tanaman keras/berkayu, dengan sulur-sulurnya ia akan melingkar dan menempel kuat seakan tak mau melepaskan pegangannya terhadap sesuatu yang menopangnya itu.

Ia sadar tubuhnya tidak sekeras tanaman lain seperti mangga, jambu, kelapa yang mampu berdiri kokoh tanpa harus ditopang yang lain. Ia sadar takkan mampu menjalani hidup ini dengan baik dan berbuah tanpa didukung oleh suatu kekuatan yang membuatnya dapat berdiri kokoh untuk menahan beban hidupnya.

Kitapun demikian, perlu orang lain untuk menopang kita, untuk mendorong kita bertumbuh, menggembangkan karakter yang baik dan benar di dalam Tuhan.

Dan yang paling penting adalah kita perlu penopang sejati dalam kehidupan kita, yang sanggup membuat kita tetap berdiri kokoh walau apapun yang terjadi.

Penopang sejati hanya kita temukan dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus.

Mazmur 145:14 TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.




Selasa, 01 Juli 2008

Buah Anggur

Tahukan apa itu buah anggur?
Anggur merupakan salah satu buah yang banyak penggemarnya, ada anggur lokal maupun impor, ada yang berwarna hijau, hitam, merah, ada yang buahnya besar maupun kecil, ada yang manis maupun masam.

Sepertinya Tuhan menciptakan pohon anggur dengan penuh keistimewaan, terbukti di dalam Alkitab pohon anggur menjadi salah satu pohon yang dipakai Tuhan Yesus dalam perumpamaan yang begitu luar biasa.

Selama ini aku hanya mendengar dan percaya begitu saja tentang perumpamaan pohon anggur yang benar, dalam arti memang seperti itulah cara budidaya buah anggur sesungguhnya. Aku tidak tahu bagaimana karakter pohon anggur itu, aku juga tidak tahu apakah benar pohon anggur tidak akan berbuah jika tidak dipotong ranting-rantingnya, apakah benar supaya buahnya besar perlu dibersihkan dari ranting yang tak berguna?

Sudah 3 tahun lebih aku menanam pohon anggur dan sejak berumur 1 tahun pohon anggurku sudah berbuah. Setelah sekian lama aku belajar menanamnya, ternyata memang benar apa yang ada dalam alkitab, seperti itulah cara budidaya anggur.

Kita harus rajin memotong ranting-rantingnya dan membersihkannya (pohon anggur dibuat gundul, semua daunnya kita potong) supaya dapat berbuah lebat, jika tidak dipotong pohon anggur tidak akan berbuah kalaupun berbuah hanya sedikit, yang ada hanyalah ranting dan daun yang tumbuh lebat.

Secara berkala kita harus memotong ranting-ranting yang jelek, tidak sehat, tidak produktif, ranting yang kering, agar tumbuh tunas baru dan bersamaan dengan tumbuhnya tunas/ranting itu diharapkan akan muncul bunga dan pohon anggurpun akan berbuah. Setelah buah kita petik, kita harus kembali memotong ranting-ranting yang tidak baik, sehingga pohon anggur akan terus menerus berbuah seperti yang kita harapkan.

Demikian juga kita, kita ini adalah ranting yang Tuhan sangat berharap agar kita dapat berbuah lebat, bukan sebaliknya menjadi ranting yang tak berguna sehingga akan dipotong, dibuang dan dibakar. Syarat menjadi ranting yang berbuah adalah tetap tinggal di dalam pokok anggur, tetap tinggal di dalam Tuhan Yesus, sehinga kita menjadi ranting yang sehat, ranting yang bersih, ranting yang akan berbunga dan berbuah.

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Ikan Sapu-sapu

Semua pengemar ikan hias pastilah tahu ikan ini.Yang menarik adalah mengapa ikan ini dinamakan ikan sapu-sapu, apa mungkin karena ikan ini suka “bersih-bersih” akuarium?
Memang para penggemar ikan hias air tawar selalu mencari ikan jenis ini alasannya agar ikan ini makan lumut yang tumbuh di kaca akuarium dan memakan sisa-sisa makanan di dasar akuarium, tidak lebih dari itu. Ikan ini ada di akuarium bukan karena ingin dinikmati keindahan warnanya atau keindahan bentuk fisiknya tetapi karena fungsinya.

Secara keseluruhan ikan ini tidak menarik sama sekali, kulit\sisik yang sangat kasar, warnanya hitam kelam (walau ada yang albino), kerjanya hanya menempel di kaca , gerakannya kaku tak segemulai ikan hias lain, tidak ada yang bisa dibanggakan, sehingga tak heran harganya begitu murah.

Tetapi di balik itu semua satu hal yang justru tidak dimiliki ikan lain adalah ketika ikan-ikan lain sibuk mencari makan, sibuk memamerkan keindahannya di akuarium, ikan sapu-sapu dengan setia, dengan ketekunannya bergeser sedikit demi sedikit memakan lumut yang menempel di kaca hingga bersih.

Mungkin ia berpikir “Hanya itulah keahlianku, sebagai “tukang bersih-bersih”, aku hanya sebagai pembantu, aku bukan pusat perhatian di akuarium, tak akan ada penghargaan atas jasaku.”. Tanpa ia sadari sebenarnya ia telah mampu memberikan perubahan kepada lingkungan, perubahan yang baik, perubahan yang membuat pemilik akuarium senang karena dapat menikmati keindahan ikan-ikan hias miliknya tanpa diganggu lumut lagi.

Dari ikan sapu-sapu aku belajar, aku sadar aku tidak semenarik, aku tidak sepintar, aku tidak semenonjol orang-orang di sekitarku, tidak ada sesuatu yang dapat kubanggakan, tetapi ada satu hal yang aku yakini bahwa Tuhan menciptakan aku sebagai pribadi yang unik, dan Tuhan akan memakainya untuk kemuliaanNya sehingga aku dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku.

Terima kasih Tuhan, sekali lagi aku dapat belajar dari hewan-hewan peliharaanku, dari ciptaanMu yang mencerminkan betapa besar kuasaMu.

Minggu, 29 Juni 2008

Kura-kura atau Kuro-Kuri?



Bingungkan?
Tak perlu anda kebingungan, keduanya betul.

Kuro adalah nama kura-kura jantanku dan Kuri adalah nama kura-kura betinaku, keduanya merupakan kura-kura Brasil jenisnya Red Ear Slider, ditandai dengan adanya warna merah di setiap sisi kepalanya, karapasnya berwarna hijau dan terdapat garis-garis kuning membentuk pola tertentu. Umur keduanya kira-kira sepuluh tahun lebih, aku memeliharanya sejak mereka kecil seukuran jempol kaki, jadi aku tahu perkembangan dan tingkah laku mereka.

Mana jantan, mana betina:
Kura-kura jantan biasanya memiliki ciri fisik:
1.tubuh jauh lebih kecil dari betina
2.jika dilihat dari samping tubuh cenderung lebih tipis/lebih ceper.
3.ekornya lebih panjang
4.kuku-kuku kakinya panjang-panjang, mungkin digunakan untuk mencengkeram karapas betinanya waktu bereproduksi atau digunakan untuk ritual ‘menari’ saat akan bereproduksi.
5.bagian bawah tubuh akan terlihat cekung, ini mungkin untuk memudahkan saat bereproduksi.
6.ciri-ciri di atas biasanya baru terlihat saat kura-kura sudah besar, nah untuk mengetahui jenis kelamin waktu kura-kura masih kecil, lihat saja pola di bagian bawah karapasnya, jika berpola sedikit bisa dipastika jantan.

Kura-kura betina biasanya memiliki ciri fisik kebalikan dari si jantan:
1.tubuh jauh lebih besar
2.jika dilihat dari samping tubuh cenderung lebih tebal atau cenderung cembung
3.ekornya lebih pendek
4.pola di bagian bawah karapasnya lebih banyak dari yang jantan

Makanannya:
Soal makanan sepertinya kura-kura ini jenis pemakan segala, hewan maupun sayuran mereka suka, contohnya hewan kecil seperti katak, cicak, serangga, ikan-ikan kecil dan kangkung.

Kalau kita mau pelihara agar praktis gunakan saja pakan buatan pabrik untuk kura-kura, tapi kalau diselingi pakan alami jauh lebih bagus, perlu diingat jika diberi pakan hewan hidup misalnya ikan kecil biasanya lama kelamaan akan menyebabkan kura-kura lebih ganas.

Media hidupnya bisa kita gunakan akuarium/kolam diisi air sebatas tubuh kura-kura itu tenggelam kemudian diberi batu atau sesuatu yang muncul di atas permukaan air agar kura-kira dapat berjemur/mengeringkan tubuhnya.

Masa reproduksi
Aku tidak tahu persis, setelah umur berapa tahun kura-kura dapat bereproduksi. Seingatku pada umur 4 atau 5 tahun kura-kuraku sepertinya sudah bertelur, biasanya waktu bertelurnya saat akan memasuki musim hujan sekitar bulan Agustus-September.

Hal yang menarik adalah adanya ritual tarian si jantan untuk menarik perhatian betinanya, yaitu dengan memajukan kaki depannya di samping kepala dan menggetarkannya, ritual ini biasanya berlangsung beberapa hari.

Sayang karena kolamku tidak memadai untuk mendukung reproduksi mereka, telur-telur yang dihasilkan tak pernah menetas, walaupun kolamnya sudah ditambah dengan bagian yang berpasir.

Belajar dari kura-kura yook?
Kura-kura sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat tapi memiliki sifat bijaksana.
Jalannya lambat Lambat disini bukan berarti sebuah hambatan tetapi berati waspada, penuh pertimbangan dalam melangkah dan juga tepat waktu disertai kesabaran. Segala sesuatu yang kita kerjakan seharusnya diputuskan dengan bijaksana, tidak tergesa-gesa sehingga hasilnya sesuai dengan rencana dan tepat waktu, dan untuk mewujudkan itu kita butuh kesabaran.
Amsal 14:17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Tempurung/karapas sebagai tempat perlindungan. Kura-kura akan memasukkan kaki-kaki dan kepalanya ke dalam tempurung ketika ada bahaya dan menunggu dengan setia sampai bahaya itu lewat. Ada kalanya kita harus berdiam, berpikir, merenungkan, menahan diri dari amarah, untuk kemudian menentukan sikap yang tepat, strategi yang tepat dan tindakan yang benar sehingga kita tidak terjatuh dan beroleh kemenangan.
Pengkhotbah 3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;

Jalannya selalu ke depan menandakan ia fokus pada tujuan hidupnya. Yang aku tahu selama mengamati kura-kuraku, mereka tak bisa jalan mundur, jika di depannya ada halangan mereka tak bisa jalan ke samping, mereka hanya bisa berputar menghindar lalu berjalan maju. Lupakanlah masa lalu yang kelam, pandanglah dan jalani tujuan hidup kita ke depan dengan kesungguhan, apa yang bisa kita kerjakan kerjakanlah dengan kesungguhan, baik, benar dan sampai selesai, jangan pernah meninggalkan sesuatu yang belum terselesaikan karena akan menjadi beban kita.
Amsal 4:25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. 26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.27Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Mari bercermin kepada si kura-kura yang bijaksana dan sabar, yang menghargai setiap waktu, setiap kesempatan yang ada untuk hidup lebih baik dan lebih benar di hadapan Tuhan.

Selasa, 17 Juni 2008

Euphorbia …..

Siapa sih tak kenal euphorbia?
Semua pehobi tanaman hias tentu mengenalnya, satu atau dua tahun yang lalu tanaman ini menjadi buruan para pecinta tanaman hias, walaupun masih kalah pamor dengan anthurium. Ciri khas dari tanaman ini adalah batangnya ditutupi oleh duri-duri yang besar dan tentu saja daya tariknya terletak pada bunga yang indah dengan berbagai varian warna.

Kebetulan saya juga mempunyai euphorbia -pemberian dari rekan kerja-, setelah berumur satu tahun (terhitung dari stek) ia mulai berbunga, semakin hari semakin lebat bunga itu dan terlihat begitu indah. Tapi sayang suatu ketika satu persatu daunnya menghilang, akhirnya gundul yang tersisa hanyalah batang berduri tak sedap dipandang mata, ternyata itu semua ulah ulat yang memakan daun euphorbia bahkan ada sebagian batang muda yang ikut dimakan.

Pastilah euphorbiaku menderita, ia harus sanggup bertahan hidup, sanggup segera memunculkan tunas-tunas baru, tumbuh sehat dan lebat hingga akhirnya dapat berbunga lagi dengan indahnya.

Seperti halnya diriku, beberapa waktu lalu hatiku hancur, kesedihan, kekecewaan, kepedihan menerjangku!!
Pikiranku melayang-layang, semua yang pernah kujalani, kualami bagaikan mimpi!!

Tapi, aku tak boleh kalah!
Aku harus menang, aku harus kuat, aku harus bangkit lagi!
Menata hidupku, meraih kembali apa yang kubutuhkan dalam hidupku.

Saat ini euphorbiaku sudah tumbuh dengan lebat, dan hebatnya bunganyapun lebat.
Oh indahnya!!

Aku pun pasti bisa!!

Mazmur 118:14 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.

Sabtu, 14 Juni 2008

Oh ……. Lobsterku!!!

Efesus 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

Beberapa waktu lalu aku tertarik untuk memelihara lobster air tawar di akuarium bersama beberapa ikan hias. Warnanya biru cerah dan sedikit warna merah membuat lobster ini enak dilihat – bukan hanya enak untuk disantap, he he he….-.

Gerakannya cukup gesit untuk menghindar dari sesuatu yang dianggapnya berbahaya. Ada sesuatu yang membuat lobster ini tampak begitu anggun, gagah, perkasa …., ya… ia memiliki sepasang capit. Capit ini ternyata senjata untuk bertahan dari serangan pemangsanya. Ketika diamati saat makan, lobster akan selalu waspada dengan keadaan sekitarnya,senjatanya selalu siap digunakan untuk melawan pengganggunya.

Seringkali ikan-ikan yang ada mencoba menggigit si lobster, namun karena ia memiliki senjata yang ampuh, ikan-ikan itu berhasil diusirnya. Sehingga dari hari ke hari lobsterku bertumbuh semakin besar.

Namun dibalik kulit kerasnya dan senjata ‘capitnya’ ini, ternyata menyimpan suatu kelemahan. Setiap kali bertambah besar ternyata si lobster harus berganti kulit, nah di saat-saat inilah lobster akan berubah menjadi hewan yg sangat tak berdaya – mudah diserang dan dimangsa- tubuhnya akan menjadi sangat lunak sehingga dengan mudah menjadi santapan empuk bagi pemangsanya, oleh sebab itu ia harus mencari tempat perlindungan yg aman, sampai proses pergantian kulit itu selesai dan tubuhnya mengeras kembali.

Hal ini mengingatkanku pada kehidupan manusia. Kita sebagai anak-anak Allah tentunya telah diperlengkapi dengan berbagai persenjataan dari Allah untuk menghadapi pergumulan hidup ini. Setiap saat kita harus siap sedia, selalu memakai perlengkapan tersebut karena setiap saat ‘pemangsa’ siap menerkam kit, jika tidak siap kita akan mudah jatuh dan kalah.

Memang sebagai manusia sulit untuk selalu berada dalam kondisi ‘siap tempur’, perlengkapan ‘perang’ tidak selalu kita pakai. Di saat-saat inilah kita butuh tempat perlindungan yang paling aman dan pasti, yaitu di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Jikalau kita ‘jatuh’ segera berlari, cari perlindungan Tuhan, jangan terlambat, jangan mencari perlindungan selain kepadaNya, pasti kita akan menang!!

Efesus 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

Karena tidak mendapat perlindungan dan tidak memiliki senjata untuk melawan, akhirnya si lobster ……... dimakan ikan!!

Saya dan Anda pasti tidak mau seperti lobster itu bukan?

Tanaman aja tau loh ……!!

Suatu sore pandanganku tertuju kepada beberapa tamanan dalam pot yang terletak di teras rumah, ada sesuatu yang menarik. Daun-daun mereka secara serentak, seirama, seragam tidak mengarah ke atas, tidak juga mengarah ke segala sisi pada umumnya, tetapi mengarah keluar rumah.

Hemm …. akupun teringat saat masih sekolah dulu, tepatnya pelajaran biologi. Waktu itu disuruh mengamati bagaimana ‘perilaku’ tumbuhan terhadap rangsangan di sekitarnya, salah satunya terhadap cahaya/sinar matahari.

Memang sudah kodratnya tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis, suatu proses yang sangat penting untuk kelangsungan hidupnya. Jadi wajar saja jika tanaman di teras rumahku daun-daunnya mengarah keluar rumah mencari datangnya sinar matahari.

Jika di pagi hari aku putar potnya, daun-daun yang sebelumnya mengarah keluar rumah aku hadapkan ke dalam, maka sore harinya saat aku pulang dari kantor daun-daun itu ternyata telah mengarah keluar lagi mencari datangnya sinar matahari. Wow….ternyata tanaman saja tahu mencari siapa dan di mana sumber kehidupannya!

Bagaimana dengan kita?

Siapakah sumber kehidupan kita?

Di manakah kita dapat mencari dan mendapatkannya?

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.